Langsung ke konten utama

Kalau gagal, bagaimana?

Halo! Ini ditaa.

Sampai di umurku yang 21 tahun ini, ada banyak sekali kegagalan yang bahkan tidak bisa terhitung satu per satu. Gagal dalam sekolah, gagal dalam kehidupan, gagal dalam banyak hal. Terlihat tidak mungkin, terdengar terlalu melebih-lebihkan, tapi kenyataannya memang seperti itu. 

Dulu, aku sempat takut untuk mencoba hal baru. Sebatas ambil selangkah keluar zona nyaman saja, enggan rasanya. Alasannya? Karena aku takut gagal. Rasanya terlalu banyak merasakan kegagalan bukan malah membuat aku kebal.

Kenapa? Saat aku gagal dulu, banyak sekali cibir-cibir dari sekitar. Meskipun tidak kudengar langsung, namun kata-katanya cukup sukses buat aku takut buat melangkah lagi. Mereka selalu membuatku berpikir, "Kalau gagal, bagaimana?" saat aku bahkan belum memulai untuk mencoba.

Padahal nyatanya, kalau gagal, ya, gak papa. Kita masih keren. Kita masih hebat. Kita keren karena kita berani. Berani buat mencoba, meskipun sebenarnya, kita gak tau akhirnya akan seperti apa. 

Jangan takut untuk mecoba, ya! Kalau gagal? Yaaa... coba lagi! xoxo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formal dan Informal. Apa, sih, Perbedaan Kedua Surat Itu?

Halo, teman-teman! Karena tugas Pak Bi yang sekali kasi langsung dua tugas, aku kembali lagi! Dalam postingan ini, aku akan membahas tentang surat formal dan informal. Kalian pasti udah ga asing lagi, kan, dengan surat formal dan informal? Surat formal dan informal udah banyak dibahas dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, kita bahas surat formal dulu. Surat formal atau surat resmi adalah surat yang digunakan untuk keperluan formal/ resmi oleh pihak-pihak tertentu, baik itu perorangan, lembaga, organisasi, atau instansi tertentu untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara formal. Biasanya, surat resmi sering ditemui pada kebutuhan instansi tertentu. Tetapi, surat resmi juga bisa digunakan secara perorangan, contohnya surat undangan pernikahan. Teman-teman, karena surat resmi atau surat formal adalah surat yang digunakan untuk kebutuhan resmi oleh pihak-pihak tertentu, tentu saja surat tersebut mempunyai kaidah-kaidah penulisan, misalnya penggunaan bahasa baku, isi surat ha...

A Punch Knowledge About Amore Pacific

Hello! Ketemu lagi sama Ditaaa. This time i'll give u some information about Amore Pacific. Kosmetik atau produk perawatan wajah udah gak asing lagi, kan, buat kita? Apalagi buat kalian yang cewek-cewek. Nama-nama brand   seperti innisfree, laneige, ryu, dan sebagainya pasti udah gak asing di telinga kita. Pasti kita berpikir kalau brand-brand itu berasal dari perusahaan yang berbeda, ya kan? Tapi sebenarnya, mereka itu 'dinaungi' oleh satu perusahaan besar yang sama, lho! Kalian tau apa? Yup!  Amore Pacific! So, this time, i'll explain about it's history, product, and derivative product. First of all, I'll explain about Amore Pacific's history. Awalnya, di tahun 1942 ada seorang ibu di Korea yang menjual kosmetik dari bunga camelia. Anaknya, yang merasa bahwa usaha kosmetik akan sukses, kemudian memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang bernama Pacific. Di tahun 1948, perusahaan tersebut mengeluarkan produk pertamanya yang berupa krim....

Dita Needs Ur Help!

Halo teman-teman yang baik! Ketemu lagi sama Dita yang gak ada capeknya buat mengisi blog ini ( ofc bcs this blog is my assignment ). Well, seperti yang kita tahu, pada masa sekarang, tempat nongkrong bukan hal yang sulit ditemui, apalagi kalau kita tinggal di kota-kota besar. Karena itu, aku pengen tahu, nih, tempat nongkrong (terutama cafe) seperti apa yang jadi ideal kalian! Jangan lupa isi form di bawah ini, yaaa!Tenang aja, kalian gak perlu malu untuk berpendapat karena kalian gak perlu mencantumkan identitas kalian, kok! https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdxW6bUxZdxQjQc0H0JSiz_4m67x64xreWa37aoou3VK2wVBw/viewform?usp=sf_link Ciao!